
Jumlah mahasiswa baru Universitas Islam Indonesia (UII) pada Tahun Akademik 2011/2012 kembali menunjukan peningkatan yang signifikan dengan mencapai angka 4567 orang, yakni dengan prosentase 61,94% mahasiswa dan 38,06% mahasiswi dari jumlah total pendaftar sebelumnya sebanyak 13355 orang. Jumlah ini juga menunjukkan jumlah tertinggi dalam sepuluh tahun terakhir. Hal tersebut di sampaikan Wakil Rektor I UII Nandang Sutrisno, SH., LL.M., M.Hum., Ph.D. pada Jum’at (5/8) di Gedung Auditorium Kahar Mudzakkir Kampus Terpadu Jl. Kaliurang Km. 14,5.
Lebih lanjut Nandang Sutrisno, SH., LL.M., M.Hum., Ph.D. mengungkapkan, peningkatan jumlah yang signifikan ini terjadi merata di semua program studi, hal ini menunjukkan bahwa UII memiliki reputasi yang baik di semua bidang ilmu. Erupsi gunung merapi yang terjadi pada tahun 2010 ternyata tidak menyurutkan semangat putra-putri Indonesia untuk menempa diri dan mengasah kecerdasan di kampus UII, dan memang kenyataannya kampus UII tidak terkena dampak yang serius akibat erupsi merapi.
Bila dibandingkan dengan Tahun Akademik 2010/2011, lima prodi dengan peningkatan jumlah mahasiswa yang paling signifikan adalah: Statistika (178%), Teknik Elektro (175%), Teknik Lingkungan (161%), Ekonomi Islam (158%) dan Ilmu Kimia (143%).
Lebih dari sekedar tempat belajar, UII juga merupakan ajang yang sangat baik untuk mengembangkan semangat kebangsaan, di antaranya melalui interaksi dengan mahasiswa dari berbagai daerah. “Mahasiswa angkatan 2011 ini berasal dari lengkap 33 Provinsi di Indonesia yang tersebar cukup merata, bahkan terdapat 7 mahasiswa dari luar negri. Jika kita meninjau 10 besar Provinsi asal mahasiswa, kita mendapatkan 5 Provinsi dari Jawa dan 5 dari Luar Jawa”, ungkapnya.
Sementara itu dalam kesempatan yang sama Rektor UII Prof. Dr. Edi Suandi Hamid, M.Ec. menghimbau para mahasiswa baru untuk dapat memaksimalkan kesempatan yang luas di dunia akademik dan segala akifitas yang ada di UII ini, dapat memanage waktu untuk berstudi dan berorganisasi, memiliki time management dan time line yang jelas sebagai modal berharga dalam meraih kesuksesan.
Lebih lanjut Prof. Dr. Edi Suandi Hamid, M.Ec. menyampaikan, para mahasiswa baru nantinya juga akan belajar dan merasakan iklim akademik di kampus UII ini, dengan harapan selesainya menempuh studi nanti dapat memberikan kontribusi bagi kemajuan bangsa. Selain itu, ke depan berbagai pembekalan ilmu dan kemampuan berlandaskan Islam akan didapat selama menempuh studi dikampus ini. Yang mana diharapkan para mahasiswa menjadi cendekiawan muslim dan pemimpin bangsa yang bertaqwa, berakhlaq mulia, berilmu amaliah dan beramal ilmiah, yang memiliki keunggulan dalam keislaman, keilmuan, kepemimpinan, keahlian, kemandirian, dan profesionalisme.
Selain dibekali dengan ilmu dan kemampuan akademik tersebut, mahasiswa juga harus punya soft skill yang mumpuni serta punya keimanan yang kuat dan integritas yang tinggi. Termasuk sumber pembelajaran soft skill adalah keaktifan dalam mengikuti berbagai kegiatan. Seperti kegiatan keilmiahan di luar kelas, keorganisasian dan kelembagaan, maupun berbagai ajang kompetisi yang dapat meningkatkan kreativitas mahasiswa.
Nilai-Nilai Keislaman Sebagai Keunggulan Menuju WCU

Dosen FH UII yang juga merupakan anggota Komisi Yudisial RI Dr. Suparman Marzuki dihadapan para mahasiswa baru menyampaikan, tantangan besar bagi Universitas Islam Indonesia bukan sekedar bagaimana membawa universitas setaraf dengan universitas-universitas dunia dalam berbagai aspek yang secara kuantitatif bisa diukur, tetapi bagaimana mengunggulinya pada aspek kualitatif, yaitu mampu menjadi lokomotif perbaikan krisis dunia paling serius, sekarang dan yang akan datang yaitu krisis kemanusiaan.
Sebagai Universitas yang menjadikan Islam sebagai Ideologi, maka sudah sepatutnya pendidikan yang dibangun dan dikembangkan adalah pendidikan yang menumbuhkan kreativitas dan menanamkan nilai-nilai luhur kemanusiaan dengan menempatkan manusia dalam kedudukan sentral, dan menempatkan lingkungan sebagai suatu sistem dengan manusia sebagai pusatnya. Kejujuran adalah pondasi manusia dan kemanusiaan yang harus dimiliki oleh mahasiswa dan sarjana lulusan UII. Karakter ini adalah tuntutan universal karena makin disadari bahwa ketidakjujuran telah mengantarkan krisis kemanusiaan dalam perbagi dimensinya. "Musuh utama kejujuran bukanlah kebohongan, melainkan kepura-puraan, tandasnya”.
Lebih lanjut Dr. Suparman Marzuki menegaskan, mahasiswa dan sarjana lulusan UII harus membangun dan menjaga dirinya untuk terus taat terhadap keteraturan-keteraturan sebagai kata lain dari disiplin. Kedisiplinan adalah jantung kehidupan manusia yang mau meraih kesuksesan, sebab tanpa disiplin yang keras dan berkesinambungan, seseorang tidak mungkin dapat mengembangkan diri secara optimal.
Mahasiswa juga hendaknya memiliki sikap provisional, sikap provisional akan mendorong terbentuknya pribadi yang senantiasa menjaga dan mempertahankan mutu pekerjaan, serta berusaha untuk meningkatkan pengetahuan dan kinerja, sehingga tercapai setinggi-tingginya mutu hasil pekerjaan, efektif dan efisien.
0 komentar:
Posting Komentar